adhi

Dimana Bintang Malam Ini?

jencer15_Bintang

Selepas membasahi tenggorokan dengan segelas air putih, aku duduk pada sebuah bale reyot yang berada di depan rumahku. Langit masih memancarkan jingganya, walaupun bulatan mentari sudah hilang sepenuhnya. Tak habis sebatang rokok langit sudah mulai menggelap, dibarengi suara jangkrik yang masih malu-malu.

Ah, ternyata langit saat ini tidak berbintang. Tapi mungkin belum! ku coba menghibur diri, sambil menutup pintu rumah dan kembali ke dalam kemudian duduk di depan televisi 14 inci. Ibu jariku sibuk menggonta-ganti saluran, berharap ada acara yang memalingkan kegamanganku terhadap entah.

Sudah habis dua batang rokok kuhisap, dan ibu jariku belum berhenti mencari saluran televisi. Sial, kemana pikiranku! Aku beranjak kembali ke bale reyot di depan rumahku, sambil menengadah ke langit. Bola mataku lambat menyisiri langit yang berwarna merah padam. Tak satupun bintang dapat kutemukan.

Aku kembali menutup pintu rumah dan duduk di depan televisi yang sudah ku matikan. Kesunyian tanpa kusadari membawaku terlelap, menutup mata. Aku melihat bintang! Banyak, banyak sekali. Bintang terbanyak yang pernah aku lihat. Karena senangnya aku menari, tertawa, terbahak-bahak, berteriak.

Sampai kemudian ada satu tangan menepuk pundakku kuat, membuatku membuka mata kembali. Dimana aku? Ku berlari dengan segera ke luar rumah, berdiri di samping bale reyot. Melihat langit yang hitam legam. Tapi, dimana bintang-bintang itu? Dimana bintang malam ini?