adhi

Sebatbut!

jencer10_sebatbut

Rutinitas seperti apapun, sepertinya hambar bila tidak diiringi aba-aba. Dari lomba lari, tendangan pinalti, sampai buang air besar pasti ada aba-abanya.

Rasanya kurang nyentak, kurang ada dorongan energi untuk melakukan sesuatu tanpa aba-aba. Udah mulai belom sih? Udah boleh ini-itu belom sih? Pertanyaan-pertanyaan itu pasti melayang-layang di benak kalo kita tidak sadar aba-abanya.

Coba bayangin deh kalo di perematan jalan gak ada lampu merahnya. Atau kita ke kamar mandi untuk buang besar tanpa ada aba-aba mules. Mau nunggu berapa jam kita “nongkrong” di situ terus?

Nah, kalo menurut saya aba-aba itu dibagi dua jenis: aba-aba yang jelas dan aba-aba yang gak jelas…hahaha. Aba-aba yang jelas pasti udah pada tau lah ya. Kalau aba-aba yang gak jelas tuh analoginya begini: ketika kita sedang diare, sudah bolak-balik tiga kali ke kamar mandi, mules yang keempat dapat dikategorikan sebagai aba-aba yang gak jelas. Indikator sebuah aba-aba dkategorikan sebagai aba-aba yang gak jelas adalah kegalauan.

Contoh kedua adalah PHP (lupa kepanjangannya apa ya?). Sebuah PHP pasti akan menghasilkan kegalauan kan? Nah, karena itu ia dikategorikan sebagai aba-aba yang tidak jelas juga.

 

Jadi ini cerita tentang aba-aba, mules, atau PHP? Aaah, sebatbut (sebatang cabut) dulu lah ya, siapa tahu sehabis itu dapat jawabannya.