adhi

Blur

jencer9_blur

Ada yang tidak nyaman di mata dari illustrasi di atas? Pasti!

Satu bagian penting dari sebuah kamera adalah lensa. Lensa menjadi mata sang kamera. Apa yang ditampilkan sebuah gambar, adalah hasil visualisasi si lensa. Kalau si lensa jamuran, baret, atau tutupnya belum dibuka ya maka hasilnya gak bakal sesuai dengan ekspektasi.

Begitu juga dengan cara pandang kita terhadap hidup. Kalau lensa kita jamuran, ya harus dibersihin. Kalau lensa kita belum dibuka tutupnya, harus dibuka dulu donk. Kalau lensa kita blur, ya harus difokusin lagi.

Persis seperti lensa, cara pandang hidup pun bisa diatur semau kita, tapi tentu saja tidak sepraktis si lensa. Kalau pengendalian lensa kamera perlu jam terbang, trial error, baca manual, gonta-ganti untuk dapat hasil terbaik.

Lalu, bagaimana dengan lensa hidup kita? Sekiranya kita perlu menepi sejenak dari arus, sempatkan waktu untuk scouting (dalam istilah arung jeram berarti pengintaian untuk menentukan lintasan), ambil kesimpulan, dan beranikan diri kembali untuk menyelami dan menyimak irama hidup ini.

 

̶  haha…GJ (Gak Jelas), Mungkin tulisan ini adalah sedikit dari usaha menfokuskan lensa hidup saya yang mulai blur 😀